Senin, 11 November 2013

Wawancara Koperasi Serba Usaha Baitul Wat Tamwil Al-Munawwarah


1. Apa nama koperasi yang diwawancarai?
  • Koperasi Serba Usaha Baitul Maal Wat Tamwil Al-Munawwarah Universitas Muhammadiyah Jakarta (BMT-UMJ).

2. Bagaimana sejarah dan latar belakang didirikannya BMT-UMJ?
  • Pendirian Koperasi BMT-UMJ diawali dengan rapat pembentukan oleh 36 (tiga puluh enam) orang sekitar awal bulan April 2008. Selanjutnya, Akta Pendirian Koperasi BMT-UMJ dengan nomor 69 diterbitkan tgl. 14 April 2008 oleh Notaris yang ditunjuk Kementerian Koperasi dan UKM, H. Rizul Sudarmadi, SH. Setelah itu, Kementerian Koperasi dan UKM, tgl. 6 Juni 2008 mengesahkan Akta Pendirian dan sekaligus memberikan nomor badan hukum: 770/BH/Meneg/.I/VI/2008.

3. Dimana alamat kedudukan BMT-UMJ?
  • Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta
          Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cirendeu-Ciputat, Tangerang Selatan

4. Apa tujuan didirikannya BMT-UMJ?
  • Untuk meningkatkan kualitas usaha ekonomi untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, selanjutnyamembantu pengusaha kecil dengan memberikan pembiayaan yang dipergunakan sebagai modal dalam rangka mengembangkan usahanya. Dengan kegiatan bisnis seperti ini, usaha anggota berkembang dan BMT memperoleh pendapatan sehingga kegiatan BMT berkesinambungan secara mandiri.


5. Apa visi dan misi dari KSU BMT-UMJ? 
  • Visi : Membangun Koperasi Jasa Keuangan terkemuka, modern, dan Islami dalam mengembangkan ekonomi rakyat. 
  • Misi: 

a. Meningkatkan kualitas sumberdaya insani yang bermartabat dan mandiri.
b. Memperjuangkan peningkatan harkat social ekonomi anggota dan karyawan koperasi serta masyarakat.
c. Mengelola portofolio bisnis anggota dengan semangat kekeluargaan dan
berdaya saing.

6. Berapa modal penggerak berdirinya BMT-UMJ?
  • Modal Koperasi BMT-UMJ terdiri atas Modal Sendiri dan Modal Luar. Modal Sendiri terbagi atas Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Cadangan, Donasi, dan Hibah. Modal Luar atau Modal Pinjaman berasal dari Anggota, Anggota Luar Biasa, Calon Anggota, koperasi lain, lembaga keuangan (bank dan non bank) dan sumber-sumber lain yang sah.
  • Per tanggal 18 Juni 2008, permodalan Koperasi BMT-UMJ yang tersedia adalah sebesar Rp. 117 juta. Permodalan dimaksud terdiri atas Modal Sendiri yang berasal dari Simpanan Pokok 10 orang anggota/pendiri sebesar Rp. 42 juta dan Modal Pinjaman dalam bentuk Modal Penyertaan sebesar Rp. 75 juta yang berasal dari empat orang anggota/pendiri.


7. Bagaimana cara kerja BMT-UMJ?
  • Berorientasi bisnis dan mencari laba bersama, meningkatkan pemanfaatan ekonomi paling besar untuk anggota dan lingkungannya.
  • Bukan lembaga sosial tapi dapat dimanfaatkan untuk mengefektifkan penggunaan zakat, infak, dan shadaqoh bagi kesejahteraan orang banyak.
  • Ditumbuhkan dari bawah dan berlandaskan pada peran serta masyarakat disekitarnya.
  • Milik masyarakat secara bersama dari lingkungan BMT itu sendiri dan bukan milik perorangan atau orang dari luar masyarakat.
  • Dalam melakukan kegiatannya para pengelola BMT bertindak aktif, dinamis, dan berpandangan proaktif.
  • BMT mengadakan Pendampingan usaha angota.
  • Manajemen BMT dikelola secara Profesional dan Islami.




STRUKTUR ORGANISASI BAITUL MAAL WAT TAMWILUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA(KSU BMT-UMJ) PERIODE 2013 - 2016


Rapat Anggota sebagai pengambil keputusan tertinggi

Dewan Pengawas Syariah:
Ketua    : Drs. H. Muchtar Lutfi, SH., MH
Anggota : Prof. Dr. Hj. Masyitoh, M.Ag
              : Prof Dr. Sri Mulyani Soegiono

Dewan Pengawas
Ketua     : Prof. Dr., Suhendar Sulaiman, MSi
Anggota  : Ir. Soebroto, MSi
               : Dr. Burhanuddin R., MA


Pengurus
Ketua Umum         : Dr. Nur Hidayah, SE., MM
Sekreataris            : Nur Aziz Hakim, SH., MM
Bendahara             : Iskandar Zulkarnain, SE., MM



Pengelola
Direktur Utama        : Dina Febriani SE., MM.
Manajer Pemasaran  : Mukhtiar SE.I
Manajer Keuangan   : Romai Kurniawati SE.I
Manajer Sektor Riil  : Juliana Veronika, SE
Staff adm                  : Syaiful Bahri SE. Sy
Teller                         : Nafftalia
Remedial                   : Deni Noviadi





Selasa, 29 Oktober 2013

Deskripsikan Diri Sendiri!


Hello semua..
Saya akan memperkenalkan atau menceritakan sedikit tentang diri saya. Nama saya Titin Mulyasih, lahir pada tangga 10 Oktober 1994 yang merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Mempunyai kakak & adik perempuan.  Sekarang saya kuliah semester 3 di Universitas Gunadarma Jurusan Sistem Informasi - S1. Sebenarnya saya kurang mengerti & mendalami tentang komputer. Karena itu saya masuk jurusan Sistem Informasi dan karena dorongan orang tua. Kata orang-orang yang mengenal saya, saya orangnya humoris, autis gadget, dan awal kenal pendiam namun kalau sudah kenal dekat bawel. Saya juga bisa dibilang pendengar yang baik, karena sering dijadikan tempat curhat.

Saya tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan. Jarak Pamulang - Depok lumayan jauh. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menge-kost di Margonda.

Hobby saya adalah makan, tidur, membaca sesuatu yang menarik, mendengarkan musik, hang out bareng teman, main games dan berenang yang membuat badan saya menjadi tinggi seperti sekarang. Karena saya dulu sangat rutin berenang.

Itulah deskripsi singkat tentang diri saya.
Terima kasih..

Minggu, 29 September 2013

Pengalaman Berorganisasi

Sebelum saya bercerita tentang pengalaman organisasi yang pernah saya ikuti. Saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu organisasi. Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
1. Organisasi Menurut Stoner: Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan orang-orang di bawah pengarahan manajer (pimpinan) untuk mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney: Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard: Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Nah, itu sedikit pengertian tentang organisasi. Sekarang saya akan menceritakan pengalaman organisasi yang pernah saya ikuti selama Sekolah Menengah Atas (SMA). Saya mengikuti OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), yaitu organisasi yang ditangani secara langsung oleh sekolah. Atau kata lainnya organisasi tertinggi dari semua organisasi di setiap sekolah. Banyak sekali manfaat yang saya dapat dari mengikuti organisasi ini. Yaitu, belajar berorganisasi dalam lingkup kecil, belajar berinteraksi dengan orang banyak, belajar berani mengungkapkan pendapatan dengan baik dan sopan di depan orang banyak serta saya juga diajak untuk berpikir lebih terbuka, dan belajar kepemimpinan dengan baik serta bertanggung jawab dan disiplin waktu. Dan masih banyak lagi manfaat yang saya dapat. 

Selama saya SMA, saya hanya mengikuti OSIS. Dikarenakan jadwal sekolah yang padat sehingga sulit untuk membagi waktu.

Itulah pengalaman berorganisasi saya, menarik bukan? membuat masa-masa SMA lebih berwarna dan berkesan.


sumber: http://dhiedotorg.wordpress.com/2011/09/25/pengertian-definisi-arti-organisasi-dan-unsur-unsurnya/

Senin, 08 Juli 2013

Manusia dan Cinta Kasih

Dalam perjalanan hidup manusia, tidak akan pernah lepas dari yang namanya cinta. Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang namanya manusia. Manusia dicipta dengan penuh cinta, dan tanpa cinta manusia tak akan lahir. Manusia diciptakan di jagad bumi mengembangan cinta dari tuhan sebagai khalifah di muka bumi..

Pada dasarnya manusia diciptakan dengan rasa cinta dan kasih. Cinta dan kasih ini pada hakikatnya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Cinta itu pada dasarnya tidak boleh berlebihan, karena jika kita terlalu cinta maka akibat yang ditimbulkan tidaklah baik. jika kita cinta terhadap sesorang janganlah berlebihan supaya tidak berdampak buruk di kemudian harinya. Seperti rasa sakit hati yang mendalam dan pada akhirnya menimbulkan rasa benci terhadap orang tersebut. Karena pada dasarnya cinta yang berlebihan itu harusnya kita tunjukkan hanya kepada Sang Khaliq, Allah swt. sebab Dialah yang menciptakan kita dan menakdirkan apa yang sudah sepatutnya kita terima semasa kita di dunia

Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka kepada ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya, cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.

Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterkaitan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi bersama orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang rnengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya


Cinta Menurut Ajaran Agama
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri, kadang-kadang mencintai orang lain atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya,berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur`an.

a. Cinta Diri
Cinta ini erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri, manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia akan membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri, Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit, dan mara bahaya.

Melalui ucapan Nabi Muhammd SAW  :
bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan. (QS, al-"Adiyat, 100:8)

b. Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Alloh ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman menegakan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada orang lain. Dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.

c. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan istri, ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. (QS, Ar-Rum, 30:21)

d. Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si Ibu dengan anak-anaknya maka para ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena barsumber dari kesenangan dan kegembiraan baginya sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.
Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kasih nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta. Kasih sayang, dan belas kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak :

“…Dan nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil – : “Hai…anakku, naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir”.(QS, Yusuf, 12:84)

e. Cinta Kepada Allah
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridho-Nya:

“Katakan1ah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS, Mi Imran, 3:31).

Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesama manusia, hewan, semua makhluk Allah dan seluruh alam semesta. Sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.

f. Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagal sifat luhur lainnya.
Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang telah menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia. dan membawa kemanusiaan dan kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.

Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.

Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka di dalarn berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.

Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya. saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang
telah dewasa, melainkan bayi yang masih merah pun telah dapat merasakan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Bayi yang masih merah telah dapat mengenal suara atau sentuhan tangan ayah ibunya. Bagaimana sikap ibunya memegang/menggendong telah dikenalnya. Hal ini karena sang bayi telah mempunyai kepribadian.

Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua, pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagal hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Suatu kasus yang sering terjadi, yang menyebabkan seseorang menjadi morffinis, keberandalan remaja, frustrasi dan sebaginya, di mana semuanya dilatarbelakangi kurangnya perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarganya.


Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filusuf Rusia dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri, Ia mulai hidup untuk orang lain”. Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “Romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah” Roro Mendut dan Prono Citro”


Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti , nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.

Cinta kepada Rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta,menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman, kesesatan menuju cahaya petunjuk.

Belas Kasihan
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasih, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini mengandung arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim piatu, penyakit yang dideritanya,dan sebagainya. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak, manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihnya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah.


Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.


Sumber:
http://abdirachmadi.blogspot.com/2012/03/hubungan-manusia-dan-cinta-kasih.html
http://dofadroid.blogspot.com/2012/04/ibd-manusia-dan-cinta-kasih.html 
http://ulfamvn.blogspot.com/2012/10/4-manusia-dan-cinta-kasih.html 

Kamis, 04 Juli 2013

Manusia dan Keadilan







Pengertian Keadilan

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.

Keaadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.

Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Berbagai Macam Keadilan

1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan lega

2. Keadilan distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

3. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat

4. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.

5. Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.

6. Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.




Sumber:
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab7-manusia_dan_keadilan.pdf
http://dofadroid.blogspot.com/2012/05/ibd-manusia-dan-keadilan.html
Seri Diktat Kuliah MKDU: Ilmu Budaya Dasar karya Widyo Nugroho dan Achmad Muchji, Universitas Gunadarma

Selasa, 14 Mei 2013

Evolusi Budaya

 Evolusi budaya merupakan suatu proses evolusi atau prosos perubahan budaya yang terjadi hingga saat ini. Kita bisa mengamati bagaimana fakta akan evolusi tersebut dalam banyak hal, seperti dalam bahasa, gaya hidup hingga ke dinamika dalam sistem ekonomi.
Evolusi kebudayaan ini berlangsung sesuai dengan perkembangan budi daya atau akal pikiran manusia dalam menghadapi tantangan hidup dari waktu ke waktu. Proses evolusi untuk tiap kelompok masyarakat di berbagai tempat berbeda-beda, bergantung pada tantangan, lingkungan, dan kemampuan intelektual manusianya untuk mengantisipasi tantangan tadi.
Masa dalam kehidupan manusia dapat kita bagi dua, yaitu masa prasejarah (masa sebelum manusia mengenal tulisan sampai manusia mengenal tulisan) dan masa sejarah (masa manusia telah mengenal tulisan). Data-data tentang masa prasejarah diambil dari sisa-sisa dan bukti-bukti yang digali dan diinterpretasi. Masa sejarah bermuda ketika adanya catatan tertulis untuk dijadikan bahan rujukan. Penciptaan tulisan ini merupakan satu penemuan revolusioner yang genios. Bermula dari penciptaan properti dan lukisan objek, seperti kambing, lembu, wadah, ukuran barang, dan sebagainya; diikuti dengan indikasi angka; kemudian diikuti simbol yang mengindikasikan transaksi, nama, dan alamat yang bersangkutan; selanjutnya simbol untuk fenomena harian, hubungan antara mereka, dan akhirnya intisari, seperti warna, bentuk, dan konsep.
Ada dua produk revolusioner hasil dari akal manusia dalam zaman prasejarah, yaitu:
a.       Penemuan roda untuk transportasi, pada mulanya roda digunakan hanya untuk mengangkat barang berat di atas sebuah pohon. Kemudian, roda disambung dengan kereta, lalu berkembang menjadi mobil seperti saat ini.
b.      Bahasa adalah suara yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran seseorang kepada orang lain. Ketika tanda-tanda diterima sebagai representasi dan bunyi-bunyi arbitrer yang mewakili ide-ide, masa prasejarah pun beralih ke masa sejarah tertulis.

Mengenai masa prasejarah ini, ada dua pendekatan untuk membagi zaman prasejarah, yaitu:
1.      Pendekatan berdasarkan hasil teknologi, terdiri dari zaman batu tua (paleolitikum), zaman batu tengah/madya (Mesolitikum), dan zaman batu baru (Neolitikum)
2.      Pendekatan berdasarkan model social ekonomi atau mata pencaharian hidup yang terdiri atas:
a.       Masa berburu dan mengumpulkan makanan, meliputi masa berburu sederhana (tradisi Paleolit) dan masa berburu tingkat lanjut (tradisi Epipaleolitik).
b.      Masa bercocok tanam, meliputi tradisi Neolitik dan Megalitik.
c.       Masa kemahiran teknik atau perundagian, melliputi tradisi semituang besi.
Manusia berkembang dari homo menjadi human karena kebudayaan dan peradaban yang diciptakannya.
Sedangkan untuk sejarah kebudayaan di Indonesia, R. Soekmono (1973), dibagi menjadi empat masa, yaitu:
1.      Zaman prasejarah, yaitu sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-kira abad ke-5 masehi.
2.      Zaman purba, yaitu sejak datangnya pengaruh India pada abad pertama Masehi sampai dengan runtuhnya Majapahit sekitar tahun 1500 Masehi.
3.      Zaman madya, yaitu sejak datangnya pengaruh Islam menjelang akhir kerajaan Majapahit sampai dengann akhir abad ke-19.
4.      Zaman baru/modern, yaitu sejak masuknya anasir Barat (Eropa) dan teknik modern kira-kira tahun 1900 sampai.

Peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mendapat tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. Taraf kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya yang dikatakan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang tinggi. Jadi, evolusi kebudayaan bisa mencapai sampai pada taraf tinggi yaitu: peradaban.
Peradaban merupakan tahapan dari evolusi budaya yang telah berjalan bertahap dan berkesinambungan, memperlihatkan karakter yang khas pada tahap tersebut, yang dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur budaya yang menonjol, meliputi tingkat ilmu pengetahuan, seni, teknologi, dan spiritualitas yang tinggi. Sebagai contoh, peradaban Mesir Kuno tercermin dari hasil budaya yang tinggi dalam sosok bangunannya (piramid, obeliks, spinx) yang terkait dengan ilmu bangunan, tulisan, serta gambar yang memperlihatkan tahap budaya. Contoh lainnya, tentang peradaban Cina Kuno, yang juga menampakkan tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi dalam hal tulisan yang menjadi ciri budaya setempat. Peradaban kuno di Indonesia menghasilkan berbagai bangunan seni yang bernilai tinggi, seperti Candi Borobudur, Prambanan, dan lain-lain.
Peradaban bangsa di Indonesia dimulai sejak masa kemahiran teknik atau zaman perundagian. Zaman perundagian terdiri dari dua masa, yaitu tradisi seni tulang perunggu dan tradisi tuang besi. Meskipun saat itu masih zaman prasejarah (masa sebelum mengenal tulisan), namun telah mengenal teknologi terbatas dan sederhana, yaitu pada upaya pemenuhan peralatan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia dalam kehidupannya yang sudah mulai menetap. Di Indonesia, penggunaan logam sudah mulai dikenal beberapa abad sebelum masehi. Mereka menggunakan peralatan dari logam, seperti peralatan berburu, bercocok tanam, peralatan rumah tangga, dan lain-lain, tetapi tidak semua masyarakat dapat membuat peralatan itu. Membuat peralatan dari logam membutuhkan keahlian. Orang yang ahli membuat peralatan logam disebut undagi, tempat pembuatannya disebut perundagian. Beberapa contoh alat dari perunggu adalah kayak corong, nekara, bejana perunggu. Alat-alat ini ditemukan diberbagai daerah di Indonesia.
Peradaban bangsa Indonesia semakin maju dan berkembang estela datangnya pengaruh Hindu dan Budha ke Indonesia. Pengaruh tulisan dari budaya Hindu Budha membawa dampak besar bagi peradaban Indonesia, yaitu memasuki masa sejarah (masa mengenal bahasa tulis). Salah satu hasil budaya tulis di Indonesia adalah prasasti. Huruf yang dipakai dalam prasasti yanng ditemukan Sejak tahun 400M adalah Pallawa dan bahasa Sanksekerta. Kemampuan baca tulis masyarakat Indonesia lama-kelamaan berpengaruh dalam bidang kesustraan, yaitu munculnya banyak kitab-kitab kuno ini dapat ditelusuri peradaban bangsa Indonesia terutama dalam masa kerajaan. Peradaban bangsa semakin berkembang dengan masuknya pengaruh Islam dan masuknya pengaruh Islam dan masuknya peradaban bangsa Barat Eropa, termasuk pengaruh agama Kristen Katolik. Dewasa ini, pengaruh peradaban global semakin kuat akibat kemajuan bidang komunikasi dan informasi.

Menurut Morgan, masyarakat dan kebudayaan manusia itu berevolusi melalui delapan tingkat evolusi yang universal yaitu:

1.       Tingkat keliaran yang terdiri dari :
a.       Tingkat keliaran rendah (tua), yaitu zaman sejak adanya manusia sampai ia menemukan api. Pada masa itu manusia hidup dari meramu.
b.      Tingkat keliaran madya, yaitu zaman sejak manusia menemukan api sampai ia membuat busur panah. Pada masa itu manusia mulai hidup dari berburu.
c.       Tingkat keliaran tinggi (muda), yaitu zaman sejak manusia dapat menggunakan busur dan panah sampai ia mampu membuat barang-barang tembikar.

2.       Tingkat kebiadaban (Barbar), yang terdiri dari :
a.       Tingkat kebiadaban rendah, yaitu zaman sejak manusia mampu membuat tembikar sampai ia memiliki kepandaian berternak atao bercocok tanam, mengatur pengairan, membuat rumah dari bata.
b.      Tingkat kebiadaban madya, yaitu zaman sejak manusia mampu berternak atau bercocok tanam sampai ia mampu membuat benda-benda dari logam.
c.       Tingkat kebiadaban tinggi (muda), yaitu zaman sejak manusia mampu membuat benda-benda dari logam sampai ia mengenal tulisan.

3.       Tingkat Peradaban :
Tingkat peradaban ini dimulai sejak menusia mulai mengenal tulisan sampai masa kini.

Evolusi tidak hanya sebuah teori, melainkan sebuah fenomena yang ada. Evolusi budaya merupakan evolusi yang terjadi dan bisa kita amati hingga saat ini. Dinamika yang terjadi dalam evolusi sosial dan budaya ini merupakan fenomena yang membrojol dari interaksi yang kompleks di level mikronya, yaitu individu. Memetika yang merupakan alat analisis yang mencoba mengkaji dinamika budaya dari sudut pandang evolusi Darwinian, menjanjikan hasil analisis baru yang bisa memperkaya analisis sosial kita, termasuk analisis evolusi dalam sistem ekonomi.



Sumber:
http://cs.akupapua.com/2012/12/delapan-tngkat-evolusi-budaya-pengantar.html
http://pendidikan-emaagustina.blogspot.com/2011/04/c-evolusi-budaya-dan-wujud-peradaban.html
http://elfanhidayat.wordpress.com/2011/04/27/evolusi-budaya/

Revolusi Budaya

Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap 'cepat' karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat —seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan— yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan, menjebol, dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol dan membangun.
Dalam pengertian umum, revolusi mencakup jenis perubahan apapun yang memenuhi syarat-syarat tersebut. Misalnya Revolusi Industri yang mengubah wajah dunia menjadi modern. Dalam definisi yang lebih sempit, revolusi umumnya dipahami sebagai perubahan politik.
Sejarah modern mencatat dan mengambil rujukan revolusi mula-mula pada Revolusi Perancis, kemudian Revolusi Amerika. Namun, Revolusi Amerika lebih merupakan sebuah pemberontakan untuk mendapatkan kemerdekaan nasional, ketimbang sebuah revolusi masyarakat yang bersifat domestik seperti pada Revolusi Perancis. Begitu juga dengan revolusi pada kasus perang kemerdekaan Vietnam dan Indonesia. Maka konsep revolusi kemudian sering dipilah menjadi dua: revolusi sosial dan revolusi nasional.
Pada abad 20, terjadi sebuah perubahan bersifat revolusi sosial yang kemudian dikenal dengan Revolusi Rusia. Banyak pihak yang membedakan karakter Revolusi Rusia ini dengan Revolusi Perancis, karena karakter kerakyatannya. Sementara Revolusi Perancis kerap disebut sebagai revolusi borjuis, sedangkan Revolusi Rusia disebut Revolusi Bolshevik, Proletar, atau Komunis. Model Revolusi Bolshevik kemudian ditiru dalam Perang Saudara Tiongkok pada 1949
Karakter kekerasan pada ciri revolusi dipahami sebagai sebagai akibat dari situasi ketika perubahan tata nilai dan norma yang mendadak telah menimbulkan kekosongan nilai dan norma yang dianut masyarakat.

Pembagian zaman dalam prasejarah diberi sebutan menurut benda-benda atau peralatan yang menjadi ciri utama dari masing-masing periode waktu tersebut. Adapun pembagian kebudayaan zaman prasejarah tersebut terdiri dari:

I. Zaman Batu Tua (Palaelitikum)
Berdasarkan tempat penemuannya, maka kebudayaan tertua itu lebih dikenal dengan sebutan Kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.

1.Kebudayaan Pacitan
Pada tahun 1935 di daerah Pacitan ditemukan sejumlah alat-alat dari batu, yang kemudian dinamakan kapak genggam, karena bentuknya seperti kapak yang tidak bertangkai. Dalam ilmu prasejarah alat-alat atau kapak Pacitan ini disebut chopper (alat penetak). Soekmono mengemukakan bahwa asal kebudayaan Pacitan adalah dari lapisan Trinil, yaitu berasal dari lapisan pleistosen tengah, yang merupakan lapisan ditemukannya fosil Pithecantropus Erectus. Sehingga kebudayaan Palaelitikum itu pendukungnya adalah Pithecanthropus Erectus, yaitu manusia pertama dan manusia tertua yang menjadi penghuni Indonesia.

2.Kebudayaan Ngandong
Di daerah sekitar Ngandong dan Sidorejo dekat Ngawi, Madiun, ditemukan alat-alat dari tulang bersama kapak genggam. Alat-alat yang ditemukan dekat Sangiran juga termasuk jenis kebudayaan Ngandong. Alat-alat tersebut berupa alat-alat kecil yang disebut flakes. Selain di Sangiran flakes juga ditemukan di Sulawesi Selatan. Berdasarka penelitian, alat-alat tersebut bersalo dari lapisan pleistosen atas, yang menunjukkan bahwa alat-alat tersebut merupakan hasil kebudayaan Homo Soloensis dan Homo Wajakensis (Soekmono, 1958: 30). Dengan demikian kehidupan manusia Palaelitikum masih dalam tingkatan food gathering, yang diperkirakan telah mengenal sistem penguburan untuk anggota kelompoknya yang meninggal.

II. Zaman Batu Madya (Mesolitikum)
Peninggalan atau bekas kebudayaan Indonesi zaman Mesolitikum, banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores. Kehidupannya masih dari berburu dan menangkap ikan. Tetapi sebagian besar mereka sudah menetap, sehingga diperkirakan sudah mengenal bercocok tanam, walaupun masih sangat sederhana.
Bekas-bekas tempat tinggal manusia zaman Mesolitikum ditemukan di goa-goa dan di pinggir pantai yang biasa disebut Kyokkenmoddinger (di tepi pantai) dan Abris Sous Roche (di goa-goa). Secara garis besar kebudayaan zaman Mesolitikum terdiri dari: alat-alat peble yang ditemukan di Kyokkenmoddinger, alat-alat tulang, dan alat-alat flakes, yang ditemukan di Abris Sous Roche.

Kebudayaanzaman Mesolitikum di Indonesia diperkirakan berasal dari daerah Tonkin di Hindia Belakang, yaitu di pegunungan Bacson dan Hoabinh yang merupakan pusat kebudayaan prasejarah Asia Tenggara. Adapun pendukung dari kebudayaan Mesolitikum adalah Papua Melanesia.

III. Zaman Batu Muda (Neolitikum)
Zaman Neolitikum merupakan zaman yang menunjukkan bahwa manusia pada umumnya sudah mulai maju dan telah mengalami revolusi kebudayaan. Dengan kehidupannya yang telah menetap, memungkinkan masyarakatnya telah mengembangkan aspek-aspek kehidupan lainnya. Sehingga dalam zaman Neolitikum ini terdapat dasar-dasar kehidupan. Berdasarkan alat-alat yang ditemukan dari peninggalannya dan menjadi corak yang khusus, dapat dibagi kedalam dua golongan, yaitu:

1.Kapak Persegi
Sebutan kapak persegi didasarkan kepada penampang dari alat-alat yang ditemukannya berbentuk persegi panjang atau trapesium (von Heine Geldern). Semua bentuk alatnya sama, yaitu agak melengkung dan diberi tangkai pada tempat yang melengkung tersebut. Jenis alat yang termasuk kapak persegi adalah kapak bahu yang pada bagian tangkainya diberi leher, sehingga menyerupai bentuk botol yang persegi.

2.Kapak Lonjong
Disebut kapak lonjong karena bentuk penampangnya berbentuk lonjong, dan bentuk kapaknya sendiri bulat telur. Ujungnya yang agak lancip digunakan untuk tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah, sehingga tajam. Kebudayaan kapak lonjong disebut Neolitikum Papua, karena banyak ditemukan di Irian.

Benda-benda lainnya pada zaman Neolitikum adalah kapak pacul, beliung, tembikar atau periuk belanga, alat pemukul kulit kayu, dan berbagai benda perhiasan. Adapun yang menjadi pendukungnya adalah bangsa Austronesia untuk kapak persegi, bangsa Austo-Asia untuk kapak bahu, dan bangsa Papua Melanesia untuk kapak lonjong.

IV. Zaman Logam
Zaman logam dalam prasejarah terdiri dari zaman tembaga, perunggu, dan besi. Di Asia Tenggara termasuk Indonesia tidak dikenal adanya zaman tembaga, sehingga setelah zaman Neolitikum, langsung ke zaman perunggu. Adapun kebudayaan Indonesia pada zaman Logam terdiri dari:

1.Kebudayaan Zaman Perunggu
Hasil-hasil kebudayaan perunggu di Indonesia terdiri dari: kapak Corong yang disebut juga kapak sepatu, karena bagian atasnya berbentuk corong dengan sembirnya belah, dan kedalam corong itulah dimasukkan  tangkai kayunya. Serta nekara, yaitu barang semacam berumbung yang bagian tengah badannya berpinggang dan di bagian sisi atasnya tertutup, yang terbuat dari perunggu. Selain itu, benda lainnya adalah benda perhiasan seperti kalung, anting, gelang, cincin, dan binggel, juga manik-manik yang terbuat dari kaca serta seni menuang patung.

2.Kebudayaan Dongson
Dongson adalah sebuah tempat di daerah Tonkin Tiongkok yang dianggap sebagai pusat kebudayaan perunggu Asia Tenggara, oleh sebab itu disebut juga kebudayaan Dongson. Sebagaimana zaman tembaga, di Indonesia juga tidak terdapat zaman besi, sehingga zaman logam di Indonesia adalah zaman perunggu.

V. Zaman Batu Besar (Megalitikum)
Zaman Megalitikum berkembang pada zaman logam, namun akarnya terdapat pada zaman Neolitikum. Disebut zaman Megalitikum karena kebudayaannya menghasilkan bangunan-bangunan batu atau barang-barang batu yang besar. Peninggalan-peninggalannya yang terpenting adalah:
1.Menhir, yaitu tiang atau tugu yang didirikan sebagai tanda peringatan terhadap arwah      nenek moyang.
2.Dolmen, berbentuk meja batu yang dipergunakan sebagai tempat meletakkan sesajen yang dipersembahkan untuk nenek moyang.
3.Sarcopagus, berupa kubur batu yang bentuknya seperti keranda atau lesung dan mempunyai tutup.
4.Kubur batu, merupakan peti mayat yang terbuat dari batu.
5.Punden berundak-undak, berupa bangunan pemujaan dari batu yang tersusun bertingkat-tingkat, sehingga menyerupai tangga.
6.Arca-arca, yaitu patung-patung dari batu yang merupakan arca nenek moyang.
Hasil-hasil kebudayaan Megalitikum di Indonesia mempunyai latar belakang kepercayaan dan alam pikiran yang berlandaskan pemujaan terhadap arwah nenek moyang.


Revolusi merupakan suatu usaha menuju perubahan menuju kemaslahatan rakyat yang ditunjang oleh beragam faktor, tak hanya figur pemimpin, namun juga segenap elemen perjuangan beserta sarananya. Logika revolusi merupakan bagaimana revolusi dapat dilaksanakan berdasarkan suatu perhitungan mapan, bahwa revolusi tidak bisa dipercepat atau diperlambat, ia akan datang pada waktunya. Kader-kader revolusi harus dibangun sedemikian rupa dengan kesadaran kelas dan kondisi nyata di sekelilingnya. Romantika revolusi merupakan nilai-nilai dari revolusi, beserta kenangan dan kebesarannya, di mana ia dibangun. Romantika ini menyangkut pemahaman historis dan bagaimana ia disandingkan dengan pencapaian terbesar revolusi, yaitu kemaslahatan rakyat. Telah banyak tugu peringatan dan museum yang melukiskan keperkasaan dan kemasyuran ravolusi di banyak negara yang telah menjalankan revolusi seperti yang terdapat di Vietnam, Rusia, China, Indonesia, dan banyak negara lainnya. Menjebol dan membangun merupakan bagian integral yang menjadi bukti fisik revolusi. Tatanan lama yang busuk dan menyesatkan serta menyengsarakan rakyat, diubah menjadi tatanan yang besar peranannya untuk rakyat, seperti di Bolivia, setelah Hugo Chavez menjadi presiden ia segera merombak tatanan agraria, di mana tanah untuk rakyat sungguh diutamakan yang menyingkirkan dominasi para tuan tanah di banyak daerah di negeri itu.


Sumber:

Senin, 29 April 2013

IBD: Nilai Kemanusiaan

ILMU BUDAYA DASAR
(NILAI KEMANUSIAAN)




NAMA           : TITIN MULYASIH
NPM               : 17112405
KELAS          : 1KA11
FAKULTAS  : ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN     : SISTEM INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
2012/2013


NILAI KEMANUSIAAN



Pengertian dan Ruang lingkup Nilai

                Nilai merupakan salah satu dasar yang dipakai oleh manusia untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan. Walaupun nilai menjadi dasar langkah seseorang, sering kali orang kurang memahami apa sebenarnya yang dimaksud nilai.

                Nilai memiliki bermacam-macam arti. Pertama, nilai berarti harga dalam arti taksiran harga. Misalnya, sulit menentukan nilai intan. Kedua, nilai diartikan sebagai harga uang dibandingkan dengan harga uang yang lain. Misalnya, nilai dolar terus meningkat terhadap rupiah. Ketiga, nilai diberi arti angka kepandaian atau biji. Misalnya, nilainya rata-rata delapan. Keempat, nilain bermakna banyak atau sedikitnya kadar, seperti pada nilai gizi bermacam-macam jeruk sama. Kelima, nilai didefenisikan sebagai sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Contohnya, nilai tradisional dapat mendorong pembangunan nasional Indonesia (KBBI,1997).

                Nilai adalah kata benda abstrak yang artinya keberhargaan atau kebaikan. Dalam Dictionary of Sociology and Related Sciences nilai diartikan sebagai kemampuan yang dipercayai yang terdapat pada sesuatu benda untuk memuaskan keinginan manusia (Lasiyo, 1998).

                Dalam hubungan dengan perbuatannya nilai dapat dihubungkan dengan perbuatan nilai. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) menilai artinya: (a) memperkirakan dan menentukan nilainya, atau harganya, misalnya pedagang itu belum dapat menilai harga intan itu, (b) memberi nilai, menganggap, misalnya ia menilai perkumpulan itu mementingkan uang, (c) memberi angka, misalnya dia berani menilai delapan gambar itu. Menilai artinya menimbang, memperhatikan, memperhatikan, mempertimbangkan unsur-unsur tertentu dan menyimpulkannya. Menilai adalah kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu lainnya dan selanjutnya mengambil keputusan (Lasiyo, 1998).

                Keputusan itu dapat berupa baik atau buruk, berguna atau tidak berguna, benar atau tidak benar, religious atau tidak religious, indah atau tidak indah, dan lain-lain. Keputusan yang dihasilkan terhadap sesuatu yang dinilai adalah bahwa sesuatu itu bernilai kebaikan atau tidak, sesuatu itu sesuai dengan norma atau tidak.

                Alat penilai adalah kegunaan suatu benda (nilai ekonomis). Penggunaan alat itu diikuti dengan kriteria penilaian berguna, agak berguna, tidak berguna, dan sangat tidak berguna. Hasil penilaian atau keputusan adalah salah satu dari keempat kriteria itu. Jadi, keputusan penilaian, misalnya benda yang dinilai itu tidak berguna.

Alat penilai lainnya dapat berupa kebenaran. Kriteria penilaian dengan alat itu adalah benar dan tidak benar. Hasil penilaian merupakan pilihan dari dua kriteria itu, yakni sesuatu itu benar, atau sesuatu itu tidak benar.

                Ruang lingkup nilai meliputi berbagai aspek kehidupan manusia yang membutuhkan penilaian. Dengan begitu, ruang lingkup nnilai itu sangat luas. Aspek kehidupan manusia yang membutuhkan penilaian diantaranya kesenian, keagamaan, interaksi social, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.

                Penilaian terhadap berbagai aspek kehidupan itu sangat erat hubungannya dengan bermacam-macam nilai yang ada. Berikut ini dibicarakan macam-macam nilai.



Macam-macam nilai

1.       Nilai Ekonomis dan Nilai Kejasmanian

Nilai ekonomis tidak semata-mata berupa harga benda yang secara potensial dapat dibeli, melainkan juga termasuk nilai material terhadap sesuatu. Segala sesuatu itu dinilai secara ekonomi. Pengukuran dari segi ekonomi atau material selalu memperhitungkan keuntungan dan kerugian secara ekonomis. Nilai ekonomi mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang bersifat ekonomis atau kegiatan yang akan mendatangkan keuntungan secara material. Sebaliknya, nilai ini akan menjadi dasar bagi seseorang untuk tidak melakukan sesuatu karena secara ekonomis sesuatu yang akan dilakukan itu tidak mendatangkan keuntungan.

        Nilai kejasmanian berhubungan dengan kesehatan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan keadaan jasmani seseorang. Ukuran yang digunakan dalam nilai kejasmanian adalah pada kesehatan dan keindahan fisik seseorang. Perilaku yang didasarkan kepada nilai kejasmanian adalah perilaku yang selalu memperhitungkan kesehatan fisik. Benda yang dikatakan bernilai kejasmanian adalah benda yang mendatangkan kesehatan badan. Benda ini dapat berupa makanan, minuman, alat-alat olahraga, dan lain-lain.

Kegiatan berolah raga adalah kegiatan yang didasarkan kepada nilai kejasmanian. Orang mau berolah raga dengan susah payah karena menghendaki jasmaninya sehat, fisiknya indah, dan lain-lain. Tanpa didasari oleh nilai itu orang tidak melakukan olah raga.

2.       Nilai Hiburan

Nilai hiburan terdapat pada benda, karya seni, alam, dan lain-lain. Nilai hiburan ini dapat dirasakan oleh manusia dalam bentuk kesenangan dan kepuasan. Kesenangan inilah yang memberikan kepuasan kepada manusia. nilai hiburan dapat berupa pemanfaatan waktu luang yang dimiliki oleh seseorang dalam upayanya memenuhi tuntutan hati. Benda-benda yang bernilai hiburan adalah benda-benda yang dapat menghibur atau menyenangkan seseorang. Hiburan demikian merupakan upaya mengatasi kejenuhan hati seseorang atau sekelompok orang.

3.       Nilai Sosial dan Nilai Watak


Nilai yang merupakan hasil interaksi berbagai bentuk perserikatan manusia adalah nilai sosial. Nilai sosial dijunjung oleh orang banyak karena berdasarkan consensus masyarakat nilai itu menyangkut kesejahteraan bersama. Nilai itu merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku manusia. dalam kehidupan masyarakat nilai sosial berfungsi: (1) sebagai alat untuk menetapkan harta sosial suatu masyarakat, mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan  bertingkah laku, sebagai penentu dalam memenuhi peranan sosial manusia, dan sebagai alat solidaritas di kalangan anggota masyarakat.


Keutamaan pribadi dan keutamaan masyarakat merupakan nilai watak. Watak merupakan sifat batin manusia yang memperngaruhi segenap pikiran dan tingkah lakunya, budi pekerti atau tabiat. Berwatak artinya berkepribadian (KBBI,1997). Nilai watak adalah kepribadian. Nilai watak dapat dinyatakan dalam bentuk baik atau tidak baik. Kepribadian seseorang terbentuk dalam waktu yang relative lama dan didasari oleh norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat.


4.       Nilai Estetis


Nilai estetis adalah nilai keindahan. Estetis berasal dari estetika. Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan keindahan dan seni serta tanggapan manusia terhadapnya (KBBI, 1997). Nilai estetis adalah nilai keindahan yang ada pada suatu benda, baik benda seni maupun benda alam. Benda seni yang dimaksud adalah benda benda yang dihasilkan oleh kerja seniman. Diantaranya karya sastra, puisi, novel, roman, dan drama.



5.       Nilai intelektual

Ilmu pengetahuan dinilai berdasarkan keilmiahannya, berdasarkan intelektualitasnya. Intelektual artinya cerdas dan berpikiran jernih berdasarkan (KBBI, 1997). Nilai intelektual adalah nilai kecerdasan seseorang dan nilai keilmiahan suatu ilmu pengetahuan. Nilai kecerdasan biasanya diketahui dengan tes IQ (Inteligence Quotients).

6.       Nilai Spiritual

Di samping nilai-nilai di atas dibedakan juga dua jenis nilai, yakni nilai spiritual dan nilai material. Notonegoro mengutarakan tiga jenis nilai, yakni nilai material, nilai vital dan nilai kerohanian (Lasiyo, 1998). Nilai spiritual adalah nilai yang didasarkan atas system nilai yang bersifat spiritual. Artinya, nilai yang dihasilkan dari penilaian terhadap segala sesuatu ditinjau dari sifat-sifat kerohanian, moralitas, dan hal-hal yang bersifat nonmaterial. Nilai spiritual adalah nilai yang bersumber pada ajaran agama, etika atau norma yang berlaku dalam masyarakat.




7.       Nilai material

Nilai material dimaksudkan sebagai nilai yang dihasilkan dari penilaian yang berdasarkan pada materi. Segala sesuatu dinilai secara material. Dalam system nilai ini citra diri manusia diukur dengan kepemilikan barang-barang material.harga diri dan kehormatan diukur dengan benda-benda material yang dimilikinya.

8.       Nilai-nilai lainnya

Selain nilai-nilai yang telah disebutkan di atas masih ada beberapa nilai. Nicholas Recher membagi nilai berdasarkan objeknya menjadi empat macam, yakni nilai benda, nilai lingkungan, nilai kelompok, dan nilai sosial.



Berdasarkan pendukungnya, nilai dibagi menjadi dua, yakni nilai yang berorientasi kepada diri sendiri (self otiented) dan nilai yang berorientasi kepada orang lain (other oriented).

Orientasi Nilai

1.       Orientasi manusia-alam. Artinya nilai berorientasi kepada hubungan antara manusia dengan alam. Dalam hubungan dengan orientasi nilai ini terdapat tiga alternative, yakni manusia menguasai alam, manusia mengeksploitasi alam, dan manusia menjalin hubungan yang selaras dengan alam.

2.      Orientasi waktu. Orientasi nilai ini berkenaan orientasi seseorang terhadap masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan dating.

3.       Orientasi aktivitas. Orientasi ini berkenaan dengan suatu pilihan yaitu mengada, menjadi, atau tanpa melakukan sesuatu.

4.       Orientasi relasional. Orientasi ini berkaitan dengan hubungan manusia dengan orang lain.

5.       Orientasi pada kodrat manusia. Orientasi ini dapat berupa matra baik, matra buruk, atau tidak termasuk keduanya dan juga tidak termasuk matra lain (Berry, 1999).

Orientasi Nilai Budaya

1.       Hakekat hidup manusia. Setiap kebuadayaan suatu masyarakat memiliki hakekat hidup yang kemungkinan sekali berbeda dengan kebudayaan. Ada kebudayaan yang masyarakatnya menganggap bahwa hidup itu buruk dan sebaliknya.

2.       Hakekat karya manusia. Sebagian kebudayaan menganggap bahwa berkarya itu untuk mencari nafkah agar manusia tetap hidup.

3.       Persepsi manusia tentang waktu. Budaya suatu masyarakat dapat berorientasi ke masa kini. Budaya masyarakat lainnya dapat berorientasi ke masa lalu atau ke masa yang akan dating.

4.       Pandangan manusia terhadap alam. Dalam hubungan dengan alam ini ada kebudayaan yang menganggap bahwa manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin.

5.       Hakekat hubungan manusia. Berkaitan dengan hubungan manusia, terdapat kebudayaan yang berorientasi kolateral (horizontal).



Kesimpulan

Nilai secara umum dapat berarti harga. Dalam kaitan dengan kebudayaan nilai tidak diartikan harga, karena harga tidak bias menjadi dasar berpikir dan bertindak manusia. oleh karena itu, sesuatu yang berharga mahal belum tentu bernilai tinggi.

Nilai adalah sesuatu yang dipercayai baik atau tidak baik oleh suatu masyarakat yang dijadikan sebagai pedoman dalam berperilaku bagi masyarakatnya. Nilai yang dipercayai baik oleh suatu masyarakat belum tentu dipercayai baik pula oleh masyarakat lainnya. Oleh karena itu, terdapat perbedaan nilai yang dianut oleh masyarakat tertentu dengan nilai yang dianut oleh masyarakat lain. Hal ini akan mengakibatkan nilai budaya suatu masyarakat juga berbeda dengan nilai budaya masyarakat lainnya.

Jenis nilai ada bermacam-macam bergantung kepada sesuatu yang dinilai, sudut pandang penilaian, kriteria penilaian, dan lain-lain. Dalam suatu masyarakat terjadi perubahan atau pergeseran nilai. Perubahan atau pergeseran itu berhubungan dengan perkembangan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.








Daftar Pustaka



Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Kaelan, 1998, “Kedudukan Ilmu Budaya Dasar Dalam MKU”. Makalah Internship Dosen-dosen Ilmu Budaya Dasar se-Indonesia di Yogyakarta.

Lasiyo, 1998, “Aspek Aksiologis Hakekat Manusia”, Makalah Internship Dosen-dosen Ilmu  Budaya Dasar se-Indonesia di Yogyakarta.

Sulaeman, M. Munandar, 1995, Ilmu Budaya Dasar: Suatu Pengantar, Bandung: Eresco.